Foto by : Manda La Mendol
Tiap tahun tambah rame, tambah kreatif. Inilah agenda tahunan menyambut Ultah Kota Surabaya, tahun ini paling heboh, soalnya yang ikut seribu peserta. Semuanya bawa cobek dan mengulek bersamaan diiringi dengan lagu iwak peyek.
Tiap tahun tambah rame, tambah kreatif. Inilah agenda tahunan menyambut Ultah Kota Surabaya, tahun ini paling heboh, soalnya yang ikut seribu peserta. Semuanya bawa cobek dan mengulek bersamaan diiringi dengan lagu iwak peyek.
Untuk menguleknya membutuhkan 10 orang. Yang didaulat mengulek adalah Walikota Surabaya, Ibu Tri Rismaharini. Setelah bumbunya siap, ditumplek blek-lah segala macam irisan buah-buahan. Dalam hitungan detik, itu rujak di atas cobek raksasa habis bersih. Ganas, dah warga kalau kena gratisan.
Yang nggak kalah
menarik adalah aksi para fotografer.
*Ngiler liat kamera Nikon D 7000
Buat para fotografer
disiapkan scaffolding. Enak kayaknya, moto dari ketinggian 10 meter. Saya jadi pengen ikutan naik ke panggung itu.
Pas mau naik, tiba-tiba ada yang teriak dari atas. “Woiii…jangan naik. Masih di
tangga saja panggungnya sudah bergetar nih, kalo nekat ya bisa ambruk!” teriaknya
histeris.
Beberapa temen
wartawan juga menahan tangan saya supaya
nggak nekad. Huh! Dasar teloooo. Karena ditolak
mentah-mentah buat naik scaffolding, saya akhirnya malah ganti motion temen-temen
yang asyik nangkring di sana. Oalaa..nasib!
Oh ya, Pasti penasaran yah, bagaimana penilaian lomba rujak uleg ini. Pesertanya aja seribu, jurinya bisa-bisa mules kalau disuruh ngincipin rujak seribu porsi..hehehehe. Jangan ditanya bagaimana rasa rujaknya, soalnya penilaian utama dari performance, jadi harus dandan yang heboh.
Rencananya saya ikutan pakai kostum ini,
sayangnya pas dicoba lah kok nggak cukup. Hiks…. Akhirnya batal pakai kostum
Cleopatra, sebagai gantinya, saya berdiri di pojok macak jadi pyramid.
Hu..hu..hu.
HUT SURABAYA 719
Rujak Uleg Festival
HUT SURABAYA 719
Rujak Uleg Festival