Irisan kelapa muda berpadu dengan racikan rempah.
Rasanya segar, khasiatnya luarrr… biasa.
Sajian unik ini dapat ditemui di kawasan jalan
Pembakaran ini menggunakan kayu dan sisa ampas kelapa. Kelapa muda yang telah dibakar ini lalu diambil airnya. Campuran ramuan rempah-rempah terdiri dari jinten,
Rempah-rempah yang berbentuk bubuk ini lalu dicampur dengan madu.
Tahap selanjutnya, lalu air degan dan daging buahnya yang sudah dikeruk, dituang.
Paduan rempah dan air degan ini langsung menebarkanharum jamu terutama lada hitam yang beraroma tajam.
Anton yang badannya lagi greges penasaran mo nyobain. Setelah menuang ke piring kecil. Lalu disruput pelan-pelan. “ Rasanya hangetttttttt !” kata Anton, niruin
Melihat saya nggak tertarik untuk mencicipi. Si penjual nawarin racikan lain.
“Ssst..Mbak, kalau mau yang grengg..… tinggal nambah madu sama telor. Khasiatnya ….wis talah…….!” Kata si penjual sambil ngedip-ngedip.
“Napa Pak, kelilipan kelopo yo, sampeyan !” sambil mbalas kedip-kedip. Hihihi…
“
“Oh, nggak Pak. Saya lemu kayak gene itu gara-gara kebanyakan minum jamu kok !”
“Ah mosok seh ! Jamu apa kok tambah montok gethu ?” *penasaran.
“ Iya… kebanyakan minum jamu Galian Kendorrrrrrrrr, Puassssss !” *sambil sleding penjualnya pake kelopo wungkul.
Degan Bakar
Penjual Es degan Sepanjang Jalan Semarang






wah degan bakar? wah baru tau.... boleh coba tuh, tapi apa ngak menimbulkan efek lain ya, kalo ikut kebakar? :D hehehe
ReplyDeletelaaah komenku sing tak tulis lewat hp ku ndak masuk to...
ReplyDeleteMet taon baru yah Ndolll
trus akhirnya nyoba degan bakar model opo Ndol?
hihihi
blog yang indah. ayo join gratis 100% membernya masih sedikit bro. http://adepromo.com/?id=via
ReplyDeleteSalam kenal dari blogger semarang yang hobi makan juga :) share tulisanku tentang Gambang Semarang Belajar Merangkak, makasih, selamat tahun baru, sukses buat anda.
ReplyDeleteKayanya memang enak banget ya mbak. Kalau malam buka ga ya?
ReplyDeletembak, nasi bebeknya yang deket warung tempat makan itu sdh saya coba, memang enak kok mbak, persis seperti yg dideket kt jamsostek Karimunjawa itu, plek gak ono bedone...cobaen lek ra percoyo
ReplyDeletehalian kendor?!? wakakakka
ReplyDeleteglekkkk...uenak nya rek...
ReplyDeletemantab...jd segera pengen minum es degan....
@alderina : bukanya muali sore
ReplyDelete@kang eko : sipppp. mare ngene tak coba'e ambek my sharuhkhan
di solo blm pernah nemu mbak, ntar kl pas ke desa aja nyoba, kan di sana banyak pohon kelapa. pendek2 lagi..
ReplyDeletedegan bakar ini di surabaya? dimana ya? *penasaran*
ReplyDelete